Santri Ponpes Nurul Jadid Jadi Duta Siswa Berprestasi Nasional 

Home / Pendidikan / Santri Ponpes Nurul Jadid Jadi Duta Siswa Berprestasi Nasional 
Santri Ponpes Nurul Jadid Jadi Duta Siswa Berprestasi Nasional  Ajang pemilihan Siswa dan Mahasiswa Berprestasi Nasional 2019 di Surabaya. (foto: Istimewa)

TIMESKEDIRI, PROBOLINGGO – Wahyu Ilahi santri Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo, Jawa Timur berhasil menyabet Juara 1 Pemilihan Duta Siswa Berprestasi Nasional 2019 tingkat SLTP sederajat yang digelar di Gedung Kesenian Balai Pemuda, Surabaya, Jawa Timur.

Santri yang mondok di pesisir, desa karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo itu, mewakil sekolahnya, yakni SMP Nurul Jadid. 

Persaingan dalam kompetisi PDSMBN 2019 ini cukup ketat, karena semua grand finalis merupakan siswa berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia seperti Bali, Jember, Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Surabaya, Makassar, Jombang, Batam, Kediri, Purwokerto, Bengkulu, Jogjakarta, Jakarta, Bekasi, Bogor, Bandung, Palembang, Riau, Lampung, Papua sedangkan dari Probolinggo hanya diwakili oleh Nurul Jadid. 

Tidak hanya Wahyu, dalam ajang ini dua trophy diraih sekaligus oleh santri Nurul Jadid atas nama Zeidan Izza Faris dari MTs. Nurul Jadid yang menempati posisi Juara 3. Sedangkan Nawal Amany Faizah masuk  TOP 6 dari MTs. N 1 Probolinggo.

Mujiburrohman, sebagai Kabid. Pengembangan dan Pengelolaan Biro Pendidikan Nurul Jadid, menjelaskan setidaknya tahun ini Pondok Pesantren Nurul Jadid mengutus 15 santri untuk mengikuti seleksi PDSMBN 2019 baik dari tingkat SLTA maupun SLTP yang sebelumnya terpilih sebagai Santri Berprestasi Nurul Jadid 2019. Termasuk berbagai persiapan dilakukan untuk mengikuti ajang tersebut. Seleksi dilakukan berdasarkan prestasi akademis dan non-akademis serta kegiatan soft skills seperti keorganisasian, kesukarelawanan dan sejenisnya. 

“Alhamdulillah, dari 15 santri 8 anak lolos ke Grand Final, 2 dari MA Nurul Jadid, 1 SMA Nurul Jadid, 2 SMP Nurul Jadid, 1 MTs Nurul Jadid dan 2 MTs. N 1 Probolingggo, dan untuk SLTA masih belum ada yang lolos menjadi juara karena persaingan sangat ketat” tuturnya

Wahyu Ilahi dan Zeidan Izza Faris dinyatakan terpilih menjadi Duta dan Juara pada Pemilihan Duta Siswa-Mahasiswa Berprestasi Nasional 2019 oleh Lembaga Pusat Pengembangan Platinum Skills Indonesia setelah lolos menjadi Grand Finalist menyisihkan 977 pendaftar SMP dari total 3.986 sedangkan tingkat SD: 987, SMA: 1.022 dan tingkat Mahasiswa sebanyak 1.000 pendaftar.

Pada seleksi administratif tersaring TOP 100 sebagai Quarter-Finalist dari masing-masing kategori, pada fase ini peserta diberikan Video Challenge untuk unjuk kemampuan Public Speaking dan Ideas Introduction berbahasa Inggris atau bahasa Indonesia yang kemudian mengerucut menjadi 30 besar atau Semi-Finalist untuk menjalani sesi Phone Interview menuju Grand Final.

Pelaksanaan Grand Final dilaksanakan pada tanggal 9 – 10 Agustus 2019 di dua tempat berbeda, hari pertama di Core Hotel Bonnet Surabaya dengan 4 sesi meliputi Talent Show, National Speech, Social Project dan Personality Interview yang dijuri langsung oleh CEO The Platinum Skills, Edin Muhammad; Mister Indonesia 2018, Okka Pratama; Brand Ambassador The Platinum Skills 2018, Isaac Agung Budiman; CEO Dave Entertainment, Davina Maharani Pietrek dan Business Development Manager, Steve. Hari kedua merupakan hari puncak yang digelar di Gedung Kesenian Balai Pemuda Surabaya.

Sebelum penobatan, pembawa acara mengumumkan Special Award untuk kategori Best in Talent, Best in Bhinneka Tugal Ika Night, Best in Social Affairs, Best in National Speech dan Best in Interview. Dari lima kategori tersebut, delegasi Nurul Jadid atas nama Wahyu Ilahi berhasil dalam dua kategori yaitu Best in Social Affairs dan Best in Interview.

Wahyu nama panggilan akrabnya, mengaku sangat gembira dan tidak percaya bisa menyabet dua Special Awards sekaligus menjadi Duta Utama Siswa Berprestasi Nasional 2019 tingkat SMP.

“Saya enggak nyangka bisa meraih perestasi. Padahal masih banyak Grand Finalist yang sangat bagus, yang saya lakukan hanya fokus dan berusaha melakukan yang terbaik sesuai arahan guru Pembina. Alhamdulillah, berkat barokah pesantren, para kyai, guru, dan orang tua serta teman-teman, saya bisa meraih semua ini,” terang santri asal Banjarmasin Kalimantan Selatan ini.

“Saya bangga bisa membawa nama baik almamater tercinta Pondok Pesantren Nurul Jadid dan Kabupaten Probolinggo ke ajang Nasional bahwa Santri bisa bersaing dan berprestasi,” imbuhnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com