Pecundangi Persela Lamongan, Pelatih PSIS Semarang: Tapi PR Masih Banyak

Home / Olahraga / Pecundangi Persela Lamongan, Pelatih PSIS Semarang: Tapi PR Masih Banyak
Pecundangi Persela Lamongan, Pelatih PSIS Semarang: Tapi PR Masih Banyak Salah satu penyelamatan yang dilakukan Penjaga gawang PSIS Semarang, Jandia Eka Putra, dalam laga kontra Persela Lamongan, Jumat (18/10/2019). (FOTO: MFA Rohmatillah/ TIMES Indonesia)

TIMESKEDIRI, LAMONGANPSIS Semarang sukses membawa pulang poin penuh dari markas Persela Lamongan setelah memenangi laga dengan skor tipis 0-1, melalui gol yang diceploskan Haru Nur Yulianto di penghujung laga yang berlangsung di Stadion Surajaya Lamongan, Jumat (18/10/2019) sore.

Tambahan tiga poin tersebut sangat berharga bagi Laskar Mahesa Jenar yang tengah bersaing untuk lolos dari jeratan degradasi. "Sangat kita ayukuri PSIS dapat 3 poin di laga away," kata Pelatih PSIS Semarang, Bambang Nurdiansyah, usai laga.

Bambang menuturkan, kemenangan tersebut tak lepas dari kerja keras para pemainnya yang memiliki keinginan begitu kuat untuk memenangi laga. "Kemenangan PSIS bukan karena pelatih, kemenangan PSIS karena pemainnya tidak mau kalah, itu yang harus digaris bawahi," ujarnya.

Selain itu, Bambang juga menyebut, salah satu kunci kemenangan atas Laskar Joko Tingkir adalah keberhasilan anak asuhnya untuk mematikan pergerakan gelandang Persela Lamongan, Kei Hirose.

"Terus terang si Jepang (Kei Hirose) itu saya matikan, saya takut melihat videonya dia. Saya bilang ke pemain, kalau kamu bisa redam dia (Kei), InsyaAllah kamu akan aman, tapi kalau dia liar, kamu dalam kondisi berbahaya," ucapnya.

Lebih lanjut pelatih berusia 58 tahun itu mengatakan, meski sukses menaklukkan Persela Lamongan, namun Bambang menilai tim asuhannya masih memiliki banyak kekurangan yang harus segera diperbaiki.

"Hasil tiga poin sangat saya syukuri, tapi PR masih sangat banyak. Ke depan pertandingan masih banyak, artinya pekerjaan belum selesai, saya harus mempersiapkan tim ini lagi, supaya kita aman dari degradasi tentunya," kata Bambang.

Pelatih kelahiran Banjarmasin itu menyebut, salah satu kelemahan terbesar PSIS Semarang adalah penyelesaian akhir. Hal itu terlihat dari banyaknya peluang yang gagal dikonversi menjadi gol.

"Bukan kali ini saja, tapi berkali-kali. Kemarin kita main ke Lampung banyak juga peluang, tapi nggak gol gol. Itu salah satu pekerjaan rumah saya," tuturnya.

Tambahan tiga poin yang diraih di markas Persela Lamongan tersebut mampu mengatrol posisi PSIS Semarang ke peringkat 12 klasemen sementara Shopee Liga 1 2019 dengan koleksi 24 poin. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com