Payako Jajanan Lebaran Jadul yang Masih Diminati

Home / Gaya Hidup / Payako Jajanan Lebaran Jadul yang Masih Diminati
Payako Jajanan Lebaran Jadul yang Masih Diminati Payako, jajanan lebaran tempo doeloe yang hingga kini masih dicari. (Foto: Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia) 

TIMESKEDIRI, BATU – Lebaran di era milenial seperti saat ini, mengundang kerinduan terhadap jajanan Lebaran jadul. Salah satu jajanan yang pernah hits di zamannya adalah Kue Payako.

Kue yang juga dikenal dengan sebutan Kue Koya ini tenar pada tahun 1980-an dan menjadi camilan wajib ketika merayakan Idul Fitri bersama keluarga. Di era milenial seperti ini, jajanan ini masih dinikmati meskipun jarang.

Payako-b.jpg

Kue ini terbuat dari tepung ketan yang rasanya sangat manis. Kue ini sangat rapuh sehingga ketika akan menyantapnya kita harus ekstra hati-hati agar remahnya tidak tercecer ke mana-mana. 

“Tapi enak, ketika menggigit kue ini, rasanya langsung pecah dimulut, manisnya pun pas,” ujar Siti Muawanah.

Menurutnya, ada beberapa jenis Kue Payako yang dijual di Pasaran. Ada yang berbentuk bulat ada yang berbentuk persegi atau jajaran genjang dengan berbagai hiasan yang unik. 

Ada juga jenis Kue Payako yang didalamnya diberi isi, seperti kacang hijau atau cokelat. Rasa kue ini pun mengundang kerinduan bagi siapa saja yang pernah menyantapnya. Kemasan pembungkusnya pun sangat khas, sehingga sangat mudah untuk siapa saja mengingatnya. 

Payako-c.jpg

Cara membuatnya pun cukup simpel, kadang banyak ibu rumah tangga yang memproduksi kue ini sendiri. Bahannya terdiri dari 1 kg tepung ketan putih,seperempat gula pasir tekstur agak halus, satu gelas air dan dua bungkus kecil vanili. 

Langkah awal yang harus dilakukan adalah Sangrai tepung ketan hingga kering dan berubah kekuningan kemudian dinginkan. Setelah itu siapkan baskom masukan tepung untuk disangrai bersama gula pasir dan vanili kemudian campur rata dan tambahkan air. 

Kemudian cetak sesuai dengan selera dan padatkan adonan menggunakan sendok/alat penekan, kemudian keluarkan pelan-pelan. Kemudian biarkan di atas Loyang selama kurang lebih 1-2 jam sampai adonan benar-benar kering dan kue Payako siap dihidangkan. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com