Saatnya Hadirkan Jajanan Legendaris Gulo Kacang 

Home / Gaya Hidup / Saatnya Hadirkan Jajanan Legendaris Gulo Kacang 
Saatnya Hadirkan Jajanan Legendaris Gulo Kacang  Gula Kacang jajanan legendaris yang selalu dinanti saat Lebaran Idul Fitri tiba. (FOTO: Zaenab Hapsari for TIMES Indonesia)

TIMESKEDIRI, BATU – Salah satu jajanan tradisional legendaris yang selalu hadir saat Lebaran adalah Gulo Kacang. Makanan yang terbuat dari Gula Jawa dicampur dengan Kacang Tanah ini seolah membawa suasana manis saat bersilaturahmi dengan anggota keluarga. 

Makanan yang digemari semua kalangan ini, memiliki dua rasa dominan gurih dan manis yang bercampur menjadi sebuah kelezatan. Ada yang menyebut manis adalah lambang kebahagiaan, keceriaan, sedangkan gurih adalah lambang kepuasan. 

Ada yang menyebut jajanan legendaris ini berasal dari Sunda, karena bahan bakunya menggunakan Kacang Sunda, namun ada juga yang menyebut makanan legendaris ini berasal dari Klaten, Jawa Tengah. 

“Ada juga yang menyebut jajanan ini berasal dari Solo, karena ada yang menyebut jajanan ini dengan sebutan Ampyang yang menggambarkan kondisi bentuk yang tidak rata dan bergelombang. Sejak saya kecil hingga dewasa, jajanan ini selalu ada,” ujar Zaenab Hapsari, warga Perumahan Permata Regency, Karangploso, Kabupaten Malang.

Biasanya saat hari raya, Zaenab dan keluarga selalu membuat kue ini, karena sangat mudah. Kalau pun tidak membuat, banyak yang membuat jajanan ini di Pasaran, tinggal membeli dan menyajikannya. 

Meski demikian, Zaenab membagikan resep cara membuat kue ini, mulai menyiapkan bahan-bahannya hingga memasak. Bahan yang dibutuhkan berupa Gula Jawa, Kacang Tanah Kupas, Air dan Jahe.

“Saat ini sudah banyak yang memodifikasi jajanan ini disesuaikan dengan selera masing-masing, seperti menambahkan coklat, emping atau parutan kelapa,” ujar Zaenab. Pembuatan kue ini diawali dari penyerutan gula merah, kemudian kacang tanah disangrai diatas api kecil hingga matang dan kering. 

Selanjutnya dilakukan pemanasan jahe yang kemudian diiris tipis dan dimasukkan dalam larutan Gula Jawa dan jahe bersama kacang tanah hingga larut. Pembentukan kue dilakukan di atas kertas roti, saat dingin, kertas roti pun terlepas dan Gulo Kacang siap dikonsumsi. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya


    Warning: file_get_contents(https://api.times.co.id/v1/news/?key=btuFQN6oYoyxsJwOyd7R&net_id=12&offset=0&limit=5&news_type=othernews&news_id=127849&cat_id=4): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 503 Service Unavailable in /home/indoroot/public_path/v1/library.php on line 18

    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/indoroot/public_path/v1/d/app/views/news.detail.php on line 243

Komentar

Top
satriamedia.com