Wali Kota Kediri Tandatangani Pencanangan Pembangunan Zona Integritas

Home / Berita / Wali Kota Kediri Tandatangani Pencanangan Pembangunan Zona Integritas
Wali Kota Kediri Tandatangani Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Wali Kota Kediri melakukan penandatanganan pencanangan pembangunan zona integritas.

TIMESKEDIRI, KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri menggelar penandatanganan pencanangan pembangunan zona integritas, Senin (16/9/2019) di Ruang Kilisuci. Penandatanganan ini sebagai wujud komitmen untuk membawa instansi bersih dari korupsi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik agar tercipta Pembangunan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM),

Pencanangan zona integritas dan wilayah bebas korupsi sudah dilakukan Pemkot Kediri sejak lama. Pencanangan kali ini dialkukan untuk lebih memantapkan bahwa Pemerintah Kota Kediri bekerja dengan integritas. Hal itulah yang disampaikan Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar didampingi Wakil Walikota Kediri, Sekretaris Daerah Kota Kediri, dan Kepala Barenlitbang Kota Kediri saat menghadiri acara pencanangan zona integritas tersebut. 

Wali Kota Kediri menyampaikan bahwa target dan sasaran pencanangan zona integritas adalah semua OPD di Pemkot Kediri. "Baik yang ada di kelurahan, kecamatan dan dinas-dinas lain yang melayani seperti DPMPTSP, Dispendukcapil, Gambiran, dll. Dan kita akan ikut mengintervensi agar pelayanannya jauh lebih baik dan lebih optimum lagi. Semua nanti akan bekerja dan dilakukan bersama-sama," ujar Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri.

Penandatanganan pencanangan zona integritas akan dilakukan secara bertahap dan direncanakan akan rampung pada 2024. Kali ini, lima instansi yang melakukan penandatanganan, terdiri dari 3 kecamatan yaitu Mojoroto, Pesantren, dan Kota serta 2 organisasi perangkat daerah yaitu DPMPTSP dan Dispendukcapil.

Wali-Kota-Kediri-b.jpg

"Pada prinsipnya memang kita ingin semua bersama-sama melakukan ini. Tapi memang ada step - step nya. Dan hari ini ada lima OPD. Walaupun lima, tapi saya anggap semuanya sudah," ujarnya.

Sebagai wujud keseriusan dalam menjalankan pencangan zona integritas, Mas Abu mengharap seluruh OPD untuk dapat bekerja bersama-sama serta ke depan. Ia merencanakan akan membuat aplikasi khusus untuk mempermudah memantau kinerja seluruh OPD dan sebagai mesin indikator.

Dia berharap depan bisa melakukan bersama-sama. Sejak dulu hingga sekarang, kata Mas Abu, Pemda selalu dipaksa oleh negara untuk punya terobosan, kecepatan dalam berbenah dan manajemen yang bagus. Jadi mau tidak mau harus terus berinovasi.

"Saya minta ini nanti dikawal oleh Pak Sekda, dikawal oleh Tim IT yang bisa langsung saya terima. Dan saya minta juga ada hotline dalam bentuk SMS/WA untuk laporan sehingga saya punya mesin indikator tersendiri. Nanti itu harus dipasang di setiap OPD, di setiap sekolahan, di setiap apapun dan di media sosial juga harus kita pasang," kata dia. 

"Yang berhak melihat itu hanya saya. Nanti kalau ada apa-apa, Bapak/Ibu akan saya kabari kalau misal anak buahnya ada yang melakukan pungli. Kita nanti akan tindak langsung," sambungnya.

Wali-Kota-Kediri-c.jpg

Ke depan, Mas Abu menginginkan agar rencana pembangunan yang sudah dituangkan dalam RPJMD dapat dilaksanakan seluruh OPD sesuai tupoksi masing-masing.

"Banyak indikator-indikator yang harus dicapai. Saya minta Barenlitbang, tolong RPJM dibuat buku saku dan diberikan ke seluruh OPD supaya kita paham dengan tupoksi masing-masing sehingga lebih mudah untuk mencari solusi dan terobosan-terobosan," ungkapnya.

Seiring perkembangan teknologi, Mas Abu juga mengharap seluruh OPD untuk lebih responsif terhadap kondisi masyarakat saat ini.

"Tidak hanya di Kota Kediri, sekarang di dunia masyarakatnya juga jadi sangat responsif terhadap apa yang kita lakukan. Kalau kita lihat setiap acara KopiTahu masyarakat kita itu ekspektasi nya sangat besar terhadap Pemerintah Kota Kediri," ucapnya.

Mas Abu menekankan pentingnya memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. "Masyarakat kita sekarang sudah tidak butuh kotak saran, kalau mau Bapak/Ibu bikin kotak sarannya di medsos saja lewat SMS/WA. Supaya kita bisa paham dan merespon setiap keluhan dari masyarakat. Semoga kita bisa meningkatkan profesionalisme kita dalam bekerja melayani masyarakat," jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Barenlitbang Kota Kediri, Edi Darmasto juga memaparkan sasaran dan target kinerja sasaran RPJMD Kota Kediri tahun 2020-2024.

Edi juga menyampaikan bahwa Kota Kediri telah memenuhi syarat untuk pengajukan WBK/WBBM tingkat instansi pemerintah. Di mana syarat pengajuannya adalah opini BPK WTP minimal 2 kali berturut turut dan nilai Akip minimal CC.

Lebih lanjut, Edi menjelaskan proses pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM yaitu pencananagan zona integritas, pembangunan zona integritas, pengusulan, review Tim Penilai Nasional (TPN) dan penetapan WBK/WBBM.

Acara diakhiri dengan penandatanganan pencanangan zona integritas yang dilakukan oleh Wali Kota Kediri, Sekretaris Daerah Kota Kediri, Kepala DPMPTSP dan Camat Pesantren. Hadir pula dalam acara tersebut para Asisten dan seluruh Kepala OPD Pemkot Kediri. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com