Kemendikbud RI Catat 5 Faktor Penyebab Musibah Susur Sungai Sempor

Home / Berita / Kemendikbud RI Catat 5 Faktor Penyebab Musibah Susur Sungai Sempor
Kemendikbud RI Catat 5 Faktor Penyebab Musibah Susur Sungai Sempor Suasana Lembah Sempor yang dijadikan lokasi pramuka SMPN 1 Turi, Sleman. (FOTO: Ahmad Tulung/TIMES Indonesia)

TIMESKEDIRI, YOGYAKARTA – Tim Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud RI) DI Yogyakarta mencatat sedikitnya ada lima faktor utama penyebab musibah susur sungai yang dialami siswa SMPN 1 Turi di Sungai Sempor, Sleman pada Jumat 21 Februari 2020 lalu.

Narahubung perwakilan UPT Kemendikbud DIY Daswatia Astuty menuturkan faktor-faktor penyebab insiden yang menewaskan 10 siswa itu pertama faktor cuaca.

"Musim hujan, kondisi mendung, dan di bagian hulu Merapi mendung gelap serta sudah ada peringatan dini dari BMKG akan adanya hujan besar disertai angin," ujar Daswatia , Minggu (23/2/2020).

Sementara faktor kedua yakni kondisi sungai tempat kegiatan. Sungai Sempor memiliki kemiringan curam, sehingga aliran sungai sangat cepat. Banyak bebatuan, cekungan dan bendungan serta dam.

Untuk faktor ketiga, Kemendikbud RI menemukan kurangnya alat bantu dan alat keamanan pendukung kegiatan. Siswa pun hanya menggunakan alat bantu tongkat dan tidak menggunakan tali yang memadai.

"Pakaian yang dikenakan pakaian seragam pramuka harian, bukan pakaian lapangan. Banyak siswa putri yang menggunakan rok," ujarnya seraya menambahkan jika kegiatan susur sungai juga tidak ada perlengkapan keamanan terstandar seperti pelampung dan lainnya.

Faktor keempat yakni kurangnya pembina pendamping. Pembina pendamping kegiatan sebanyak tujuh orang. Tetapi pada saat kegiatan hanya lima yang ikut turun - satu pembina lain menunggu di sekolah sebagai titik finish sambil menjaga barang-barang, sedang satu pembina lagi setelah melepas siswa ijin karena ada keperluan lain.

Sedangkan faktor terakhir adalah tidak adanya koordinasi yang baik. Kegiatan susur sungai sebagai agenda kegiatan utama hari itu tidak sepengetahuan kepala sekolah. "Susur sungai juga tidak melapor/minta ijin ke pengelola lokasi untuk mendapatkan arahan dan pendampingan," ujarnya.

Kemendikbud RI memberi catatan bahwa Sungai Sempor sebagai lokasi kegiatan susur sungai tersebut adalah lokasi desa wisata yang biasa digunakan untuk outbond. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com