Anggaran Pilkada Serentak 2020 Mencapai Rp9,9 Triliun

Home / Berita / Anggaran Pilkada Serentak 2020 Mencapai Rp9,9 Triliun
Anggaran Pilkada Serentak 2020 Mencapai Rp9,9 Triliun Ilustrasi. Pilkada Serentak 2020. (Grafis: TIMES Indonesia)

TIMESKEDIRI, JAKARTA – Anggaran untuk penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Serentak tahun 2020 (Pilkada Serentak 2020) yang disepakati Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan 270 pemerintah daerah (pemda) sebesar Rp9,9 triliun. 

"Usulan yang telah disepakati dalam NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) sebesar 9,9 triliun rupiah," ujar Arief Budiman, Ketua KPU RI di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Jumlah anggaran itu, disebut Arif, lebih kecil dari usulan yang disampaikan pemerintah daerah (pemda) sebesar Rp11,9 triliun. Rinciannya: 9 provinsi sebesar Rp1,6 triliun, 224 kabupaten sebesar Rp9 triliun, dan 37 kota sebesar Rp1,2 triliun.

Pada akhirnya, yang disetujui dalam NPHD, anggaran 9 provinsi sebesar Rp1,3 triliun, 224 kabupaten sebesar Rp7,4 triliun, dan 37 kota sebesar Rp1,1 triliun.

Perlu diketahui, tahapan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 meliputi syarat dukungan pasangan calon perseorangan 16 Oktober 2019-29 Mei 2020; pendaftaran, penelitian dan penetapan pasangan calon 16 Juni-8 Juli 2020, serta kampanye 11 Juli-19 September 2020.

Lalu, pemungutan suara pada 23 September 2020, penghitungan dan rekapitulasi suara 23 September-5 Oktober 2020, serta penetapan calon terpilih paling lama 5 hari setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memberitahukan secara resmi permohonan yang diregistrasi kepada KPU untuk daerah tanpa sengketa, atau maksimal 5 hari setelah putusan MK untuk daerah dengan sengketa hasil pilkada.

Sementara pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih untuk Pilkada Serentak 2020 dilakukan mulai 23 Maret 2020 hingga sehari sebelum pemungutan suara, yakni 22 September 2020. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com