Batik Lintang Ajak Pewarta Kodew Malang Raya Membatik Motif Garudeya

Home / Berita / Batik Lintang Ajak Pewarta Kodew Malang Raya Membatik Motif Garudeya
Batik Lintang Ajak Pewarta Kodew Malang Raya Membatik Motif Garudeya Para jurnalis perempuan saat membatik motif Garudeya di Batik Lintang. (foto: Indra Batik Lintang for TIMES Indonesia)

TIMESKEDIRI, MALANG – Belasan jurnalis perempuan yang tergabung dalam Pewarta Kodew Malang Raya tengah asyik belajar membatik dengan motif Burung Garudeya di Batik Lintang, Karangploso, Sabtu (14/12/2019).

Batik dengan motif Garudeya dikenalkan oleh Sanggar Batik Lintang Karangploso, dalam rangka mengenalkan relief Garudeya di Candi Kidal, Tumpang, yang menjadi lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Masing-masing peserta diberikan kain putih berukuran 50x50 cm yang sudah diberi motif digambar pola dengan motif garudeya.
Peserta diberikan kebebasan untuk mewarnai dan menambah motif sesuai yang diinginkan.

"Kami melakukan ini bagian dari edukasi dan pemahaman tentang batik tulis kepada kawan-kawan jurnalis. Supaya nantinya bisa jadi modal ketika liputan maupun sebagai bekal wirausaha," ujar owner Batik Lintang, Ita Fitriyah ST kepada TIMES Indonesia.

Dia menjelaskan, ada lima tahap dalam membuat batik tulis dasar. Yakni memberikan pola pada kain, mencanting atau menorehkan malam panas sesuai pola, pewarnaan, fixasi (finishing) supaya warna tidak luntur, serta pemasakan supaya malam yang melekat luruh dengan air.

"Proses ini dilakukan secara bertahap dan penuh dengan kehati-hatian serta ketelitian, supaya menghasilkan batik yang sesuai dengan keinginan," ungkapnya.

Selama pelatihan, Ita juga menjelaskan bila batik tulis buatannya yakni Batik Tulis Tlogosari, menjadi ikon baru Desa Ngijo, Karangploso. Motif Bunga Tlogosari sendiri merupakan pohon ikon sejarah asal-muasal Desa Ngijo.

Tak hanya itu, biasanya dia juga menambahkan motif bunga palasa atau plasa (dalam bahasa jawa, Ploso) pada setiap batik tulisnya. Dia mengungkapkan, bunga plasa merupakan asal usul daerah Karangploso.

"Plasa itu bunga, karang itu pekarangan. Jadi Karangploso itu pekarangan bunga plasa," kata dia.

Selama ini pihaknya berusaha untuk mengangkat ikon desa melalui motif batik ini. "Bunga Tlogosari adalah tanaman endemik yang tumbuh di Desa Ngijo dulunya, kini sudah langka," ujarnya.

Dia mengatakan, melalui kegiatan membatik yang diikuti oleh Pewarta Kodew Malang Raya ini salah satu upayakan dilakukan oleh Batik Lintang dalam mengenalkan lambang Garudeya melalui balutan batik. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com